Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) mengumumkan kebijakan moneternya pada Kamis pagi (18 September 2025) waktu Jakarta. Sesuai antisipasi pelaku pasar, The Fed menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 4%-4.25%.
Setelah pengumuman tersebut, indeks Nasdaq dan Emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebelum mengalami penurunan. Nasdaq, yang mengalami penyesuaian harga antara bulan kontrak lama dan baru (bulan referensi), kembali mencatat rekor di level 24.584 pagi ini.
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Demikian pula, harga emas melonjak ke US$$3.707 per troy ounce sebelum berbalik arah. Hingga pagi ini, harga emas berada di kisaran US$$3.672 per troy ounce.
Pergerakan ini mencerminkan reaksi pasar terhadap prospek suku bunga The Fed di masa mendatang. Diagram titik yang dirilis menunjukkan bahwa The Fed berencana untuk memangkas suku bunga dua kali lagi tahun ini, pada bulan Oktober dan Desember. Hal ini sejalan dengan proyeksi pasar yang telah muncul dalam beberapa hari terakhir, terutama karena melemahnya pasar tenaga kerja.
Namun, yang mengejutkan adalah bahwa untuk tahun depan, The Fed hanya mengantisipasi satu kali penurunan suku bunga. Selain itu, The Fed telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonominya untuk tahun mendatang.
Pandangan untuk tahun 2026 menyebabkan penurunan harga Emas. Pemotongan suku bunga tunggal yang diantisipasi tampaknya kurang bersikap merpati, terutama dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang membaik. Menjadi tempat berlindung yang aman aset, Emas menghadapi tekanan jual karena investor terlibat dalam mengambil untungDi sisi lain, pemangkasan suku bunga yang agresif tahun ini dan peningkatan proyeksi pertumbuhan ekonomi memberikan sentimen positif bagi indeks saham, yang memungkinkan Nasdaq mencapai rekor tertinggi.
Prediksi Fed juga berkontribusi terhadap kebangkitan dolar AS, yang mengakibatkan tekanan ke bawah pada EURUSD dan GBPUSD, sementara USDJPY mengalami peningkatan.
