Pasar mengalami volatilitas yang signifikan minggu lalu sebagai respons terhadap perkembangan geopolitik, khususnya yang menyangkut Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa tarif impor baru dari Kanada dan Meksiko akan berlaku mulai 4 Maret, meskipun besaran pasti kenaikan ini belum diputuskan. Selain itu, Tiongkok juga akan menghadapi tarif impor tambahan.
Selain itu, konflik yang sedang berlangsung antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terus memengaruhi pergerakan pasar pada sesi perdagangan Senin (3 Maret 2025).
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
EMAS
Aksi ambil untung, dikombinasikan dengan menguatnya dolar AS, menyebabkan harga emas anjlok hampir $79 atau 790 pips selama seminggu terakhir, mencapai $2.856,99 per barel. Ini menandai kinerja mingguan terburuk emas dalam tiga bulan.
Namun, pada sesi perdagangan pagi ini, harga emas melambung tajam, melonjak hampir $20 atau 200 pips hingga mencapai $2.876,86 per troy ounce sebelum sedikit menurun. Pelaku pasar tengah menanti konfirmasi rencana Trump untuk menaikkan tarif impor dari Kanada dan Meksiko dan kemungkinan China pada hari Selasa. Lebih jauh, ada ketegangan seputar apakah negara-negara yang terkena dampak akan membalas AS, yang meningkatkan risiko eskalasi perang dagang.
Sentimen ini kemungkinan akan terus memengaruhi harga emas selama sesi perdagangan Eropa hari ini.
MINYAK
Kemungkinan impor minyak dari Kanada menghadapi peningkatan tarif dari AS menyebabkan harga minyak bangkit kembali dari level terendah dalam 11 minggu minggu lalu. Pagi ini, harga minyak kembali naik di atas $70 per barel.
Sentimen positif juga muncul dari rilis Indeks Manajer Pembelian (PMI) Caixin untuk sektor manufaktur China, yang meningkat untuk mencerminkan ekspansi tertinggi dalam tiga bulan. Kenaikan ini dapat menandakan peningkatan permintaan minyak dari China. Sentimen positif tersebut diharapkan dapat mendukung kinerja minyak selama sesi perdagangan Eropa hari ini.
EURUSD
Pasangan EURUSD naik 488 poin (48,8 pip) hingga mencapai 1,04234 pada perdagangan pagi ini, pulih dari penurunan minggu lalu. Konflik antara Trump dan Zelensky telah menekan EURUSD, tetapi berubah menjadi bullish pagi ini menyusul pernyataan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Minggu lalu bahwa para pemimpin Eropa akan membantu Ukraina dalam menyusun proposal perdamaian yang akan disampaikan kepada Trump.
Perkembangan ini menghidupkan kembali harapan akan berakhirnya perang Rusia-Ukraina. Selama sesi perdagangan Eropa hari ini, rilis data inflasi zona euro (Indeks Harga Konsumen/IHK) pada pukul 17:00 WIB dapat menjadi penggerak pasar yang penting bagi EURUSD. Prakiraan Trading Central mengantisipasi pertumbuhan inflasi Februari sebesar 2,4% tahun-ke-tahun (YoY), turun dari 2,5% YoY bulan sebelumnya. IHK inti juga diprediksi menunjukkan peningkatan 2,5% YoY, lebih rendah dari 2,7% di bulan Januari.
Jika data aktual berada di bawah perkiraan, hal itu mungkin akan memberikan tekanan lebih lanjut terhadap EURUSD.
GBPUSD
Optimisme seputar kemungkinan berakhirnya konflik Rusia-Ukraina mendorong GBPUSD naik pagi ini hingga mencapai 1,26135. Dibandingkan dengan harga penutupan hari Jumat, GBPUSD mengalami kenaikan sebesar 358 poin (35,8 pip).
Selain itu, inflasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti AS dilaporkan tumbuh sebesar 2,6% YoY pada bulan Januari, di bawah perkiraan Trading Central sebesar 2,7%, yang semakin menekan dolar AS. Data yang dirilis pada Jumat malam membuka peluang bagi Federal Reserve untuk berpotensi memangkas suku bunga dua kali tahun ini.
Sentimen ini diperkirakan akan memengaruhi pergerakan GBPUSD selama sesi perdagangan Eropa.
USDJPY
Pasangan USDJPY menunjukkan volatilitas ekstrem pada awal perdagangan hari ini, sempat naik ke 151,022 sebelum turun ke 150,241. Rilis data inflasi inti PCE dari AS menciptakan sentimen negatif untuk USDJPY.
Sebaliknya, penguatan yen berasal dari ekspektasi bahwa Bank Jepang (BoJ) akan segera menaikkan suku bunga. Sentimen ini kemungkinan akan memengaruhi kinerja USDJPY sepanjang hari.
Nasdaq
Pertumbuhan inflasi inti PCE yang lebih lambat di Amerika Serikat menyebabkan rebound untuk Nasdaq selama perdagangan Jumat lalu setelah sebelumnya mencapai titik terendah dalam lebih dari tiga bulan.
Hari ini, Nasdaq bergerak dengan volatilitas tinggi dalam kisaran 20.839 – 21.034, dengan potensi tekanan lebih lanjut karena pelaku pasar menunggu kejelasan tentang rencana tarif impor Presiden Trump yang dijadwalkan pada hari Selasa.
