Pasar keuangan global saat ini dibayangi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan dukungan militer untuk Israel dan potensi serangan terhadap Teheran. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai stabilitas kawasan tersebut. Di sisi lain, Federal Reserve memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan ini memperkuat pandangan bahwa Fed tetap bersikap agresif, di tengah kekhawatiran terus-menerus akan inflasi tinggi dan mengisyaratkan bahwa setiap pemotongan suku bunga akan lebih lambat dari yang diantisipasi sebelumnya.
EMAS
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Harga Emas telah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Pada hari Jumat, 20 Juni 2025, Emas turun sekitar $15, mencapai titik terendah harian baru di $3.344, terutama didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menerapkan pemotongan suku bunga dengan kecepatan yang lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Prospek kebijakan moneter ketat dari The Fed telah menjadi faktor signifikan yang membebani harga Emas, di samping meningkatnya konflik di Timur Tengah. Hingga sore ini, tekanan ke bawah pada Emas diperkirakan akan terus berlanjut.
MINYAK
Harga minyak tetap stabil selama dua hari terakhir. Pada hari Kamis, harga minyak ditutup sedikit lebih rendah namun prospek pasar masih cenderung positif. Faktor utama yang terus memengaruhi pergerakan harga adalah pertimbangan Presiden Trump tentang dukungan militer untuk Israel dan kemungkinan serangan terhadap Teheran.
Jika skenario ini terjadi, ketegangan di Timur Tengah diperkirakan meningkat, berpotensi mengganggu pasokan minyak global dan selanjutnya meningkatkan harga minyak.
EURUSD
Pasangan EURUSD naik 45 pip, mencapai puncaknya di 1,1532 selama perdagangan hari Jumat. Kenaikan ini didorong oleh aksi ambil untung terhadap dolar AS, yang menguat karena statusnya sebagai aset safe haven.
Saat ini, perhatian pasar terfokus pada data inflasi Jerman yang akan datang, yang diperkirakan menunjukkan perlambatan, yang mungkin menghambat momentum kenaikan EURUSD selama sesi perdagangan Eropa.
GBPUSD
Mirip dengan EURUSD, Poundsterling Inggris juga berhasil menguat terhadap dolar AS pada hari Jumat, dibantu oleh tekanan jual terhadap dolar. Skenario ini memberikan dukungan sementara bagi kekuatan GBPUSD.
Namun, pelaku pasar mencermati data penjualan ritel Inggris, yang dirilis lebih rendah dari yang diantisipasi, sehingga berpotensi menimbulkan tekanan jual pada GBPUSD selama sesi Eropa.
USDJPY
Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, ditambah dengan inflasi yang terus tinggi di Jepang, telah memacu permintaan Yen di pasar keuangan. Status Yen sebagai aset safe haven, dikombinasikan dengan data ekonomi domestik yang relatif kuat, merupakan alasan utama penguatan ini.
Hingga sore ini, USDJPY masih berpotensi melanjutkan penurunannya, mengingat sentimen pasar condong ke aset aman di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dan ekonomi global.
Bursa Efek New York
Indeks Nasdaq mengalami rebound pada pembukaan perdagangan hari Jumat, mencapai level tertinggi harian baru di 21.934 setelah penurunan tajam di sesi sebelumnya.
Namun, sentimen positif ini kemungkinan berumur pendek, karena perhatian pasar tetap terfokus pada konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran serta potensi keterlibatan Amerika Serikat.
