Madrid/New Delhi, Oktober 2025 – Direktorat Penegakan Hukum (ED) India telah mengambil langkah besar dalam menindak salah satu penipuan perdagangan online terbesar yang terkait dengan platform forex OctaFX, dengan menangkap terduga dalang Pavel Prozorov di Spanyol dan melampirkan aset kripto senilai ₹2.385 crore di bawah Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang (UU Tindak Pidana Pencucian Uang), 2002.
Menurut pernyataan resmi ED, warga negara Rusia Prozorov diyakini telah mengendalikan jaringan internasional kompleks yang mengoperasikan platform perdagangan OctaFX, yang menipu ribuan investor India melalui skema investasi daring yang tidak diatur.
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Operasi Gaya Ponzi Terungkap
Investigasi mengungkapkan bahwa OctaFX memikat investor dengan menjanjikan keuntungan tinggi melalui perdagangan forex dan kripto, meskipun tidak memiliki izin dari Bank Sentral India (RBI) atau regulator keuangan lainnya. Platform ini awalnya menawarkan keuntungan kecil untuk membangun kepercayaan investor, sebelum mengalihkan sejumlah besar uang ke entitas lepas pantai — sebuah pola yang konsisten dengan Operasi gaya Ponzi dan piramida.
Di antara Juli 2022 dan April 2023, Investor India dilaporkan menyetor lebih dari ₹1.875 crore melalui platform tersebut, dengan keuntungan haram yang jumlahnya lebih dari ₹800 crore. Selama bertahun-tahun, total perkiraan arus masuk dari pengguna India diperkirakan telah melebihi ₹5.000 crore.
Jaringan Pencucian Uang Global
Investigasi ED mengungkap struktur global yang canggih di balik penipuan ini. Entitas yang terhubung dengan OctaFX terdaftar di Kepulauan Virgin Britania Raya, Estonia, Georgia, Spanyol, Siprus, Dubai, dan Singapura, masing-masing memiliki peran khusus dalam pemasaran, pemrosesan pembayaran, dan dukungan teknis.
Dompet kripto, rekening bank asing, dan gerbang pembayaran diduga digunakan untuk mencuci dana investor lintas batas, menyembunyikan jejak uang melalui sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan aset digital.
Penangkapan di Spanyol dan Penyitaan Aset
Pihak berwenang Spanyol, yang bekerja sama dengan Interpol dan penyidik India, menangkap Prozorov di Madrid awal bulan ini. Setelah penangkapannya, Kementerian Luar Negeri India mengeluarkan surat perintah penangkapan. perintah penahanan sementara membekukan aset kripto, dompet digital, dan akun milik asing yang nilainya kolektif ₹2.385 crore (sekitar $285 juta USD).
“"Investigasi ini mengungkap penipuan investasi daring berskala besar yang memangsa warga negara India melalui iklan menyesatkan dan platform perdagangan yang tidak teregulasi," kata ED dalam siaran pers resminya.
Tanggapan OctaFX
OctaFX membantah tuduhan tersebut, mengklaim beroperasi sebagai "platform perdagangan global yang sah" dan bahwa operasinya di India dijalankan oleh afiliasi independen yang tidak berada di bawah kendali langsung entitas induknya. Namun, regulator terus menyelidiki potensi pelanggaran hukum India. Undang-Undang Manajemen Valuta Asing (FEMA) dan undang-undang pencucian uang.
Dampak terhadap Investor
Ribuan investor India dilaporkan kehilangan sejumlah besar uang dalam skema tersebut, banyak di antara mereka yang tidak menyadari bahwa OctaFX tidak memiliki lisensi untuk menerima deposit atau beroperasi sebagai broker di India.
Para ahli keuangan telah memperingatkan bahwa penipuan serupa sering kali menggunakan influencer media sosial dan iklan menyesatkan untuk menarik korban, khususnya pedagang eceran muda yang mencari keuntungan cepat di pasar valas atau kripto.
Implikasi yang Lebih Luas
Kasus ini merupakan salah satu penipuan keuangan lintas batas terbesar yang melibatkan mata uang kripto dalam sejarah India, menyoroti kebutuhan mendesak untuk koordinasi global yang lebih ketat dalam memantau platform perdagangan digital yang tidak diatur.
Para ahli hukum berpendapat bahwa penyitaan aset berdasarkan PMLA dapat membuka jalan bagi restitusi di masa mendatang bagi para korban, meskipun pemulangan aset dari yurisdiksi asing mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun.
Kesimpulan
Investigasi OctaFX menggarisbawahi betapa mudahnya penipuan lintas batas mengeksploitasi celah dalam regulasi keuangan digital. Otoritas di seluruh Eropa dan Asia kini diharapkan memperkuat pengawasan terhadap entitas perdagangan daring tanpa izin dan meningkatkan mekanisme perlindungan investor.
