Presiden Amerika Serikat telah mengonfirmasi kenaikan tarif impor sebesar 25% dari Kanada dan Meksiko, yang akan berlaku pada tanggal 4 Maret; pasar keuangan sekali lagi mengalami gejolak.
Selain itu, tarif impor dari Tiongkok telah dinaikkan sebesar 10%, dengan ancaman kenaikan tarif terhadap Uni Eropa sebesar 25%. Sentimen ini kemungkinan akan terus memengaruhi pergerakan pasar pada hari Jumat (28 Februari 2025).
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
EMAS
Harga emas (XAUUSD) turun hampir $40 atau 400 pip, ditutup pada $2.876,69 per troy ounce pada hari Kamis, dan selanjutnya turun ke $2.856,87 per troy ounce pada tengah hari ini. Ini menandai level terendah dalam lebih dari dua minggu.
Penurunan harga emas disebabkan oleh aksi ambil untung dan kenaikan signifikan dolar AS akibat meningkatnya risiko perang dagang yang lebih luas. Sentimen ini diperkirakan akan memengaruhi pergerakan emas selama sesi perdagangan Eropa, menjelang data inflasi inti berdasarkan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang akan dirilis malam ini.
MINYAK
Harga minyak (CLS10) naik $1,3, mencapai $70,11 pada sesi perdagangan Rabu. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Trump mencabut izin ekspor minyak mentah Chevron dari Venezuela yang mencapai 240.000 barel per hari. Akibatnya, pasokan global akan menurun, sehingga menciptakan sentimen positif bagi minyak mentah.
Selain itu, usulan kenaikan tarif impor dari Kanada juga turut memberikan sentimen positif ini, mengingat minyak impor dari Kanada akan dikenakan tarif berdasarkan rencana Trump. Prospek ini diperkirakan akan memengaruhi harga minyak selama sesi Eropa.
EURUSD
Pasangan EURUSD turun 855 poin (85,5 pip) ke level 1,03971 pada perdagangan hari Kamis. Ancaman Trump untuk menaikkan tarif impor di Uni Eropa telah memberikan tekanan pada pasangan EURUSD.
Pada sesi Eropa hari ini, rilis data penjualan ritel Jerman pada pukul 14:00 WIB dapat menggerakkan EURUSD secara signifikan. Prakiraan menunjukkan bahwa penjualan ritel pada bulan Januari akan tumbuh sebesar 1,5% secara tahunan (YoY), menurun dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 1,8% secara tahunan.
Data ini dapat menekan EURUSD lebih lanjut jika dirilis di bawah level perkiraan.
GBPUSD
Risiko perang dagang yang meningkat juga telah memberikan tekanan ke bawah pada GBPUSD, yang mengakibatkan penurunan dari level tertingginya dalam dua bulan. Pasangan mata uang ini turun sebesar 729 poin (72,9 pip) menjadi 1,26002.
Hari ini, GBPUSD turun lebih jauh ke level 1,25803, dengan potensi berlanjut selama sesi Eropa. Meningkatnya risiko perang dagang yang lebih luas telah meningkatkan daya tarik dolar AS sebagai aset safe haven.
USDJPY
Pasangan USDJPY naik 737 poin (73,7 pip) ke 149,787 pada perdagangan hari Kamis, menjauh dari level terendah empat bulan yang dicapai pada hari Selasa. Pada perdagangan hari ini, USDJPY mengalami volatilitas tinggi, bergerak antara 149,096 dan 150,144.
Baik dolar AS maupun yen dianggap sebagai aset safe haven, sehingga berkontribusi terhadap volatilitas yang tinggi. Namun, mengingat level rendah USDJPY baru-baru ini dan rilis data inflasi PCE AS yang akan datang malam ini, aksi short covering telah menciptakan sentimen positif untuk USDJPY.
Nasdaq
Indeks Nasdaq turun 640 poin menjadi 20.632 selama perdagangan hari Kamis, dan terus menurun hingga 20.516 pagi ini. Ini menandai level terendah dalam lebih dari tiga bulan. Meningkatnya risiko perang dagang yang lebih luas telah berdampak negatif pada indeks saham, termasuk Nasdaq.
Sentimen ini diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan Nasdaq selama sesi perdagangan Eropa.
