Pasar keuangan global masih dibayangi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama setelah munculnya laporan bahwa mantan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan keterlibatan militer AS secara langsung melalui serangan terhadap Teheran. Sentimen pasar semakin tegang karena volatilitas meningkat, yang mencerminkan kekhawatiran investor atas potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dalam hal kebijakan moneter, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali bahwa Fed tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga dan akan terus mengandalkan data ekonomi mendatang. Fokus pasar telah beralih ke rilis data penting AS malam ini, khususnya indeks manufaktur Philadelphia, yang dipandang sebagai indikator awal utama aktivitas ekonomi. Data ini berpotensi bertindak sebagai katalis baru bagi arah pasar dalam waktu dekat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Berikut data dari Trading Central:
Data manufaktur AS Philadelphia pada pukul 19:30 WIB; perkiraan 1 vs sebelumnya -4.
EMAS
Aksi jual emas terus berlanjut selama sesi Eropa, karena harga mencapai titik terendah baru di $3.340 per troy ounce. Tekanan ini berasal dari keputusan Fed untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah dan sinyal yang menunjukkan bahwa mereka tidak melihat perlunya pemangkasan suku bunga, sementara masih bergantung pada data ekonomi untuk memandu kebijakan.
Terlebih lagi, ekspektasi mengenai perbaikan data manufaktur Philadelphia malam ini menambah tekanan lebih lanjut pada emas, karena dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.
MINYAK
Harga minyak tetap stabil di kisaran $73,70 per barel selama sesi Eropa, dengan fokus pasar pada ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Gedung Putih telah mengindikasikan bahwa keputusan akhir mengenai keterlibatan AS dalam konflik Iran-Israel akan dibuat dalam dua minggu mendatang.
Ketidakpastian ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan tersebut, yang dapat mendukung harga minyak sepanjang sesi AS malam ini.
EURUSD
EURUSD telah mempertahankan kenaikan dari sesi Asia menuju sesi Eropa, mencapai level tertinggi harian di 1,1523. Sentimen risiko yang membaik, didorong oleh tenggat waktu Trump sebelum memutuskan serangan terhadap Iran, telah meningkatkan minat terhadap aset berisiko seperti euro.
Namun, penguatan indeks manufaktur Philadelphia yang diproyeksikan dapat meredam momentum kenaikan ini, mengingat potensi dorongan dolar AS.
GBPUSD
Setelah reli singkat pada awal perdagangan hari Jumat, GBPUSD berada di bawah tekanan menyusul penurunan tajam dalam penjualan ritel Inggris, yang turun ke -1,3%. Namun, menjelang sesi AS, pasangan ini telah memperoleh kembali kekuatannya.
Volatilitas dalam GBPUSD diperkirakan akan tetap tinggi, mengingat potensi eskalasi geopolitik dari AS terhadap Iran dan proyeksi positif untuk data manufaktur AS malam ini.
USDJPY
USDJPY melemah ke sekitar 145,248 selama sesi Eropa. Permintaan yen meningkat karena minat pasar terhadap aset safe haven meningkat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Namun demikian, potensi penguatan dolar AS dari data ekonomi malam ini dapat meringankan penurunan lebih lanjut pada pasangan ini.
Bursa Efek New York
Nasdaq sempat naik hingga mencapai rekor intraday 21.948 tetapi berbalik arah dan diperdagangkan lebih rendah selama sesi Eropa. Pasar kini bersikap hati-hati menyusul pernyataan Trump mengenai kemungkinan serangan terhadap Iran dalam dua minggu ke depan.
Ketidakpastian ini dapat menimbulkan beban psikologis bagi Nasdaq, dengan tekanan lebih lanjut kemungkinan akan terjadi di sesi AS malam ini.
