
Pergerakan di pasar keuangan sejak awal minggu ini cukup menarik karena Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menerapkan kebijakan timbal balik mulai 2 April waktu setempat. Berdasarkan kebijakan ini, Trump akan menaikkan tarif impor bagi negara yang menaikkan tarif mereka sendiri atas barang-barang AS.
Trump telah melabeli kebijakan ini sebagai "yang terbesar" dan akan "berlaku untuk semua negara". Pelaku pasar dengan penuh harap menunggu rincian kebijakan ini, yang dapat menyebabkan peningkatan volatilitas dalam perdagangan pada hari Rabu (2 April 2025).
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
EMAS
Harga Emas (XAUUSD) turun lebih dari $9, atau 90 pip, diperdagangkan pada $3.114 per troy ons pada hari Selasa, setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di $3.148 per troy ons.
Selama perdagangan hari ini, Emas sempat naik ke $3.135,57 per troy ounce sebelum terkoreksi. Pergerakan harga ini menunjukkan bahwa kebijakan timbal balik Trump memberikan sentimen positif bagi Emas, yang diantisipasi akan terus memengaruhi perdagangan selama sesi Eropa.
MINYAK
Harga minyak (CLS10) mengalami sedikit penurunan ke $71,13 per barel pada hari Selasa setelah mencapai puncaknya di atas $72 per barel, yang menandai level tertinggi dalam lima minggu. Minyak mendapat dorongan dari niat Trump untuk menjatuhkan sanksi pada industri minyak Rusia dan melakukan serangan terhadap Iran, yang menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan pada pasokan global.
Sebaliknya, kebijakan timbal balik Trump dapat menyebabkan perlambatan ekonomi global, sehingga permintaan menurun. Hal ini dapat mengakibatkan volatilitas lebih lanjut pada harga minyak, dengan kemungkinan adanya kegiatan ambil untung.
EURUSD
EURUSD telah menurun selama dua hari berturut-turut, ditutup pada hari Selasa di level 1,07899. Risiko meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memberikan sentimen negatif terhadap EURUSD. Dengan demikian, ada potensi bagi EURUSD untuk terus menghadapi tekanan selama sesi perdagangan Eropa.
GBPUSD
GBPUSD mencatat kenaikan tipis ke level 1,29193 selama sesi perdagangan hari Selasa setelah mengalami pergerakan yang fluktuatif. Pelaku pasar juga mengantisipasi apakah kebijakan timbal balik Trump akan memengaruhi Inggris.
Sebelum pengumuman Trump mengenai kebijakan timbal balik, GBPUSD diperkirakan akan tetap bergejolak dan mungkin masih mempertahankan sentimen positif. Hal ini disebabkan oleh laporan sebelumnya yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Inggris kemungkinan akan mencapai kesepakatan perdagangan, sehingga menghindari konflik perdagangan skala penuh.
USDJPY
USDJPY turun dalam perdagangan pada hari Selasa setelah periode volatilitas yang signifikan. Sentimen seputar kebijakan timbal balik telah menyebabkan pergerakan yang berfluktuasi antara kedua aset safe haven ini. Kebijakan timbal balik berpotensi memberikan tekanan ke bawah pada pertumbuhan ekonomi AS, yang mengakibatkan sentimen negatif secara umum untuk USDJPY.
Nasdaq
Indeks Nasdaq mengalami kenaikan dua hari berturut-turut, ditutup pada hari Selasa di angka 19.597. Awal minggu lalu, indeks ini anjlok ke angka 19.411, titik terendah sejak 11 September tahun sebelumnya.
Posisi yang lebih rendah ini kemungkinan mengaktifkan short-covering, yang berkontribusi terhadap kenaikan Nasdaq, terutama karena pelaku pasar menunggu konfirmasi kebijakan timbal balik Trump. Namun, hingga ada kejelasan tentang sejauh mana kebijakan tersebut, sentimen negatif diperkirakan akan bertahan di Nasdaq.