Rilis data penjualan ritel AS terbaru yang menunjukkan peningkatan YoY sebesar 5% pada pukul 19.30 WIB mengejutkan pasar, karena angka tersebut lebih rendah dari ekspektasi Trading Central sebesar 3,2% dan juga turun dari angka sebelumnya sebesar 4,1%. Penurunan ini memicu aksi jual Emas, yang terkoreksi ke $3.687, sementara pasangan mata uang utama seperti GBPUSD merosot ke 1,3624 dan EURUSD melemah ke 1,1788. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar sedang mengevaluasi kembali kekuatan konsumsi domestik AS, yang sebelumnya dianggap sebagai pendorong utama perekonomian, di tengah ketidakpastian seputar arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Selain faktor data, sentimen politik yang diungkapkan Donald Trump terkait ekonomi AS juga memengaruhi persepsi investor. Komentar Trump yang mendesak Federal Reserve untuk mengambil sikap yang lebih agresif terkait pemotongan suku bunga telah memicu kembali spekulasi tentang potensi pelonggaran moneter yang akan terjadi lebih cepat, terutama jika data ekonomi terus melemah. Ekspektasi akan bersikap merpati Sikap Federal Reserve merupakan katalis yang signifikan, tetapi juga menambah kerentanan terkait volatilitas jangka pendek. Kombinasi data ritel yang lemah, pengawasan politik, dan proyeksi suku bunga membuat aset berisiko dan komoditas seperti emas semakin sensitif terhadap perkembangan selanjutnya.
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
