Pergerakan signifikan terjadi di pasar keuangan pada perdagangan Senin (30 Juni 2025) pagi. Pelaku pasar tampak dalam suasana positif, yang mengakibatkan harga emas turun sementara Nasdaq kembali mencapai titik tertinggi sepanjang masa.
Harga emas anjlok lebih dari $26 atau 260 pips ke level $3.247,27 per troy ounce, yang merupakan level terendah dalam sebulan terakhir. Sementara itu, indeks Nasdaq naik 107 poin ke level 22.846, yang merupakan rekor tertinggi baru.
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Sentimen yang membaik di antara para pelaku pasar dimulai minggu lalu menyusul gencatan senjata antara Israel dan Iran, meskipun ada beberapa pertikaian kecil sebelumnya. Selain itu, Amerika Serikat mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok mengenai pengiriman cepat logam tanah jarang ke AS. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa kedua negara kemungkinan akan menghindari konflik perdagangan lebih lanjut dan lebih fokus untuk mencapai kesepakatan.
Seiring membaiknya sentimen pasar, indeks saham pun ikut diuntungkan, sementara daya tarik emas yang dianggap sebagai komoditas tempat berlindung yang aman aset, berkurang.
Rilis data inflasi inti berdasarkan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) di AS Jumat lalu juga turut memengaruhi pergerakan pasar. Inflasi inti PCE dilaporkan tumbuh sebesar 2,7% tahun ke tahun (YoY) pada bulan Mei, sedikit di atas bulan sebelumnya sebesar 2,6% YoY.
Inflasi inti PCE berfungsi sebagai tolok ukur bagi The Fed dalam menetapkan suku bunga. Ketika inflasi meningkat, terutama jika berkelanjutan, The Fed menjadi lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga. Hal ini menciptakan sentimen negatif terhadap emas, sedangkan Nasdaq tampaknya merespons lebih positif terhadap perjanjian perdagangan AS-Tiongkok.
