
Presiden AS Donald Trump kembali memicu volatilitas signifikan di pasar selama perdagangan Kamis malam, yang berlanjut hingga Jumat pagi (25 Januari 2025). Volatilitas pasar melonjak setelah Presiden Trump mengindikasikan akan menekan Federal Reserve untuk segera menurunkan suku bunga.
Sentimen ini diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan pasar selama sesi perdagangan Eropa hari ini, selain beberapa indikator ekonomi dari Jerman dan Inggris. Berikut ini adalah poin data dari Trading Central:
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
- PMI manufaktur Jerman pada pukul 15:30 WIB; ramalan 42,3 vs sebelumnya 42,5
- PMI Jasa Jerman pada pukul 15:30 WIB; ramalan 51 vs sebelumnya 51.2
- PMI manufaktur Inggris pada pukul 16:30 WIB; ramalan 47.2 vs sebelumnya 47
- PMI jasa Inggris pada pukul 16:30 WIB; ramalan 51 vs sebelumnya 51.1
EMAS
Harga Emas (XAUUSD) melonjak sebesar $23 atau 230 pips menjadi $2.777,25 per troy ounce, mencapai titik tertinggi sejak 31 Oktober, ketika logam mulia ini mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di $2.790 per troy ounce. Dengan demikian, Emas kini hanya berjarak 130 pips dari pencapaian rekor tertinggi baru.
Dorongan Trump agar Federal Reserve menurunkan suku bunga telah menciptakan sentimen positif bagi Emas. Selain itu, Trump sekali lagi menyinggung hubungan dagang dengan Uni Eropa, yang berpotensi mengindikasikan kemungkinan kenaikan tarif impor. Sentimen ini akan memengaruhi kinerja Emas selama sesi perdagangan Eropa.
MINYAK
Harga minyak (CLS10) telah turun selama enam hari berturut-turut, ditutup pada perdagangan Kamis di $74,25 per barel. Selama periode enam hari ini, harga minyak anjlok sebesar $6,23.
Rencana Trump untuk meningkatkan produksi minyak di Amerika Serikat terus memberikan tekanan. Selain itu, kemungkinan berakhirnya konflik Rusia-Ukraina di bawah pemerintahan Trump dapat menyebabkan membanjirnya pasokan minyak Rusia kembali ke pasar, sehingga menambah sentimen negatif lebih lanjut terhadap minyak.
EURUSD
Pasangan EURUSD naik 388 poin (38,8 pip) ke 1,04539 pagi ini, mendekati level tertingginya dalam sebulan terakhir. Desakan Trump kepada Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga telah memungkinkan EURUSD menguat.
Namun, jika data PMI manufaktur dan jasa Jerman dirilis lebih rendah dari yang diharapkan, EURUSD dapat menghadapi sentimen negatif. Selain itu, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan menurunkan suku bunga minggu depan.
GBPUSD
Mirip dengan EURUSD, pasangan mata uang ini melonjak 523 poin (52,3 pip) ke level 1,24037 pada perdagangan pagi. Berbagai pernyataan dari Trump juga turut mendorong kenaikan GBPUSD.
Selama sesi Eropa, rilis data PMI manufaktur dan jasa Inggris dapat menjadi pendorong bagi GBPUSD. Data yang dipublikasikan lebih rendah dari perkiraan dapat menyebabkan sentimen negatif bagi GBPUSD.
USDJPY
USDJPY turun ke 155,002 sore ini, turun lebih dari 1.000 poin (100 pip) dibandingkan penutupan Kamis. Selain tekanan pada dolar AS akibat tindakan Trump, Bank of Japan (BoJ) yang menaikkan suku bunga menjadi 0,5% dari sebelumnya 0,25% juga berkontribusi terhadap tekanan turun pada USDJPY.
Sentimen ini diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan USDJPY sepanjang perdagangan hari ini.
Nasdaq
Nasdaq telah mencatat kenaikan empat hari berturut-turut selama perdagangan hari Kamis, mendekati level tertinggi sepanjang masa di angka 22.151 yang dicapai pada tanggal 16 Desember. Kenaikan ini menyusul pengumuman Trump bahwa ia akan mendesak Federal Reserve untuk segera menurunkan suku bunga, yang akan terus memengaruhi kinerja Nasdaq selama sesi Eropa.