Pada hari Rabu (15 Oktober 2025), harga emas (XAUUSD) kembali melonjak, menembus level US$$4.200 per troy ons. Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, turut berkontribusi terhadap kenaikan ini.
Pada sore hari, Emas mencapai harga US$4.218 per troy ounce, lonjakan luar biasa lebih dari US$76 atau 760 pip.
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Meningkatnya hubungan AS-Tiongkok telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi perang dagang antara kedua negara. Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump mengumumkan embargo impor minyak sawit dari Tiongkok, menyusul kenaikan tarif yang tajam untuk semua barang Tiongkok sebesar 100%, yang berlaku mulai 1 November.
Sebagai tanggapan, Tiongkok telah menyatakan bahwa mereka akan melakukan tindakan balasan apabila tindakan tarif baru ini diberlakukan.
Konflik perdagangan antara kedua negara ini berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global, sehingga meningkatkan permintaan Emas sebagai komoditas tempat berlindung yang aman investasi.
Sementara itu, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengindikasikan bahwa program pengetatan kuantitatif—yang ditandai dengan penjualan obligasi untuk mengurangi likuiditas—akan segera dihentikan. Dengan berakhirnya program ini, The Fed tidak akan lagi menguras likuiditas dari perekonomian. Langkah ini dapat menandakan pendekatan yang lebih agresif terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, yang akan semakin menambah optimisme terhadap Emas.
