Volatilitas di pasar keuangan global tetap tinggi selama sesi Eropa, terutama didorong oleh sinyal dovish dari Federal Reserve AS (The Fed). Bank sentral mengindikasikan kemungkinan penurunan suku bunga dua kali lagi sebelum akhir tahun. Faktor ini telah menghambat pemulihan Dolar AS, yang baru-baru ini pulih dari level terendah selama beberapa tahun, sekaligus meningkatkan daya tarik aset safe haven. Hari ini, Emas kembali mencetak rekor historis baru, menegaskan daya tariknya di tengah ketidakpastian pasar.
Lebih lanjut, meningkatnya risiko geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina merupakan elemen tambahan yang mendorong aliran investasi ke Emas sebagai aset safe haven. Pembeli tampaknya tetap aktif bahkan dalam lingkungan sentimen risiko yang umumnya positif, yang biasanya cenderung mengurangi permintaan aset safe haven.
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
EMAS
Harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang masa selama sesi Eropa, mencapai $3.726,70 per ons. Katalis utamanya adalah sikap dovish The Fed, yang memprediksi dua kali pemotongan suku bunga lagi hingga akhir tahun. Meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik di Rusia dan Ukraina juga mendukung pergerakan harga ini. Kombinasi faktor-faktor fundamental ini diperkirakan akan mendorong Emas untuk memecahkan rekor baru selama sesi AS mendatang malam ini.
MINYAK
Harga minyak melanjutkan tren bearish selama sesi Eropa, setelah tiga hari berturut-turut mengalami penurunan. Harga sempat naik di awal sesi menyusul serangan udara Rusia di Ukraina barat dekat perbatasan Polandia. Kekhawatiran tentang prospek ekonomi AS yang lesu dan berdampak pada permintaan telah muncul sebagai faktor negatif utama bagi minyak. Volatilitas tinggi dengan kecenderungan bearish diperkirakan akan mendominasi pergerakan minyak selama sesi AS malam ini.
EURUSD
Pasangan EURUSD berhasil menguat selama sesi Eropa, mencapai puncaknya di 1,17696 menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada hari Selasa. Proyeksi dua kali pemotongan suku bunga lagi pada akhir tahun menjadi katalis utama bagi pasangan ini. Potensi momentum bullish jangka pendek EURUSD diperkirakan akan berlanjut hingga sesi AS malam ini.
GBPUSD
Serupa dengan EURUSD, pasangan GBPUSD juga menguat selama sesi Eropa, mencapai level tertinggi harian di 1,35030. Kenaikan ini terjadi di tengah kekhawatiran baru mengenai prospek fiskal di Inggris dan sinyal dovish dari The Fed, yang memprediksi dua kali pemotongan suku bunga lebih lanjut sebelum akhir tahun. Situasi ini dapat membuat pergerakan GBPUSD tetap volatil selama sesi AS malam ini.
USDJPY
Pergerakan USDJPY selama sesi Eropa cenderung sedikit melemah, bertepatan dengan penguatan Yen Jepang. Pasar memperkirakan Bank of Japan (BoJ) kemungkinan akan tetap melanjutkan normalisasi kebijakan, berbeda dengan sinyal dovish The Fed yang memprediksi dua kali penurunan suku bunga. Potensi penurunan jangka pendek USDJPY masih cukup terbuka menjelang sesi AS malam ini.
Bursa Efek New York
Indeks Nasdaq melemah selama sesi Eropa sore, mencapai level terendah 24.748. Aksi ambil untung setelah mencapai rekor tertinggi menjadi salah satu alasan penurunan indeks yang didominasi saham teknologi ini. Pergerakan Nasdaq diperkirakan akan tetap volatil, karena investor akan meninjau data makroekonomi mendatang untuk memastikan bahwa jalur pelonggaran moneter yang diantisipasi tetap berada di jalurnya.
