Pasar keuangan mengalami turbulensi pada awal perdagangan hari Senin (23 Juni 2025) menyusul serangan Amerika Serikat terhadap situs nuklir Iran selama akhir pekan lalu.
Harga emas (XAUUSD) telah melonjak lebih dari $26 atau 260 pip, mencapai sekitar $3.394 per troy ounce saat perdagangan dimulai hari ini. Sementara itu, harga minyak melonjak sebesar $3,72, naik ke $77,71 per troy ounce.
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Di pasar mata uang, meskipun terjadi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, dolar AS tetap kuat. EURUSD dan GBPUSD masing-masing turun 701 poin (70,1 pip) dan 54 pip, turun ke level 1,14514 dan 1,33938. Di sisi lain, USDJPY melonjak 58 pip hingga mencapai 146,651—puncak yang tidak terlihat dalam dua bulan terakhir.
Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat ini cukup mengejutkan, terutama karena Presiden Donald Trump telah menyatakan Kamis lalu bahwa ia akan mengumumkan keputusan apakah akan menyerang Iran dalam waktu dua minggu.
Sekitar 48 jam setelah pernyataan itu, AS melancarkan Operasi Midnight Hammer terhadap Iran. Operasi militer ini melibatkan 125 pesawat tempur, termasuk tujuh pesawat pengebom siluman B-2, yang menargetkan fasilitas nuklir Iran di tiga lokasi: Fordo, Natanz, dan Isfahan.
Dalam konferensi pers pascaserangan, Trump memuji operasi militer tersebut sebagai keberhasilan spektakuler yang berhasil menghancurkan fasilitas pengayaan uranium Iran. Ia menekankan bahwa Iran kini harus memilih jalan damai, atau menghadapi serangan yang lebih besar dan lebih mudah di masa mendatang.
Namun, Iran tidak gentar. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengeluarkan tanggapan tegas, menegaskan bahwa mereka memiliki semua pilihan untuk mempertahankan kedaulatan mereka. Ia menyebutkan terlibat dalam konsultasi dengan mitra strategis mereka, Rusia, dan berencana untuk membahas serangan AS dengan Presiden Vladimir Putin.
Keterlibatan Rusia yang potensial tidak boleh diremehkan. Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menggunakan media sosial untuk menyatakan bahwa tindakan Trump kontraproduktif terhadap hasil yang diinginkan. Ia mencatat bahwa Iran kemungkinan akan meningkatkan ambisinya untuk mengembangkan senjata nuklir, dengan beberapa negara siap memasok hulu ledak nuklir ke Iran.
Meningkatnya konflik di Timur Tengah telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap pasar keuangan, terutama karena meningkatnya ketegangan akibat ancaman Trump untuk melakukan serangan lebih lanjut dan niat Iran untuk membalas.
Emas, yang dianggap sebagai aset safe haven, telah mengalami peningkatan permintaan dari investor, seperti halnya dolar AS. Sebaliknya, ada risiko signifikan bahwa pasokan minyak dapat terganggu, terutama jika Iran memutuskan untuk memblokir Selat Hormuz, rute distribusi utama. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati perairan sempit antara Iran dan Oman.
Kekhawatiran semacam itu telah mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam lima bulan pada awal perdagangan hari ini. Meningkatnya harga minyak dapat menyebabkan peningkatan inflasi di negara-negara Barat, yang menimbulkan risiko signifikan terhadap stabilitas ekonomi. Situasi ini berdampak negatif pada sentimen pasar, yang mengakibatkan penurunan indeks saham.
