
Pengumuman mengenai kebijakan moneter dari Bank of Japan (BoJ), Bank of England (BoE), dan Federal Reserve (The Fed) menyebabkan volatilitas yang signifikan di pasar keuangan minggu lalu. Pergerakan yang signifikan juga diamati dalam perdagangan pada hari Senin (24 Maret 2025), yang berpotensi menandakan berlanjutnya volatilitas tinggi hari ini. Menurut Trading Central, berikut adalah poin data utama yang dapat memengaruhi perdagangan selama sesi Eropa:
- Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Jerman (PMI) bulan Maret pukul 15.30 WIB; ramalan 48 dibandingkan dengan sebelumnya 46,5
- Indeks Manajer Pembelian Jasa Jerman (PMI) bulan Maret pukul 15.30 WIB; ramalan 51,5 melawan 51,1 sebelumnya
- Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Zona Euro (PMI) bulan Maret pukul 16.00 WIB; ramalan 48,3 dibandingkan dengan sebelumnya 47,6
- Indeks Manajer Pembelian Jasa Zona Euro(PMI) bulan Maret pukul 16.00 WIB; ramalan 51,1 dibandingkan sebelumnya 50,6
- Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Inggris (PMI) bulan Maret pukul 16.30 WIB; ramalan 47 bukannya 46,9 sebelumnya
- Indeks Manajer Pembelian Jasa Inggris (PMI) bulan Maret pukul 15.30 WIB; ramalan 51.1 dibandingkan dengan 51 terakhir
EMAS
Harga Emas (XAUUSD) mengalami penurunan dua hari berturut-turut pada hari Jumat lalu, ditutup pada $3.023,54 per troy ounce. Emas sebelumnya mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada $3.057 per troy ounce.
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Penguatan dolar AS memicu aksi ambil untung pada Emas, yang menyebabkan penurunan selama dua hari. Tanpa eskalasi lebih lanjut dalam perang dagang, aksi ambil untung pada Emas dapat berlanjut selama sesi perdagangan Eropa.
MINYAK
Harga minyak (CLS10) mengakhiri perdagangan hari Jumat datar pada $68,29 per barel, menyusul kenaikan tajam selama dua hari terakhir.
Harga minyak mendapat sentimen positif setelah Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap produk minyak Iran. Selain itu, serangan Israel yang kembali terjadi di Gaza, menyusul gencatan senjata selama dua bulan, turut mendorong kenaikan harga minyak. Sentimen ini diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan minyak selama sesi perdagangan Eropa.
EURUSD
EURUSD turun selama tiga hari berturut-turut Jumat lalu, ditutup pada level 1,08127. Selama tiga hari tersebut, EURUSD turun 1.320 poin (132 pip) menjadi 1,08127.
Penurunan EURUSD diperburuk setelah Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) mengindikasikan bahwa perang dagang AS-Eropa dapat memangkas pertumbuhan ekonomi zona euro hingga 0,5 poin persentase.
Meskipun demikian, EURUSD bisa saja mendapat sentimen positif jika data PMI Jerman dan zona euro yang dirilis hari ini lebih tinggi dari ramalan.
GBPUSD
GBPUSD mencatat penurunan dua hari Jumat lalu, ditutup pada level 1,29178. Sentimen untuk GBPUSD secara umum positif karena BoE mengambil sikap yang relatif agresif; namun, penurunan EURUSD memicu aksi ambil untung pada pasangan mata uang ini.
Pada sesi perdagangan Eropa, GBPUSD dapat memperoleh sentimen positif jika data PMI manufaktur dan jasa Inggris berkinerja baik.
USDJPY
USDJPY mengalami kenaikan berturut-turut selama dua hari pada hari Jumat dan melanjutkan tren kenaikannya pagi ini di level 149,954. Sejak hari Kamis, USDJPY telah naik sebanyak 1.269 poin (126 pip).
Pergerakan ini menunjukkan bahwa dolar AS mulai membangun momentum, terutama karena kinerja mata uang Eropa yang buruk. Namun, jika mata uang Eropa berhasil bangkit hari ini, ada potensi bagi USDJPY untuk membalikkan kenaikannya juga.
Nasdaq
Indeks Nasdaq mencatat kenaikan, ditutup pada perdagangan hari Jumat di level 19.969 setelah mengalami pergerakan yang sangat fluktuatif. Hari ini, Nasdaq melonjak ke level 20.137, menunjukkan sentimen yang lebih positif untuk indeks saham menyusul indikasi The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali tahun ini.
Selain itu, The Fed juga memperkirakan bahwa kebijakan Presiden Donald Trump hanya akan berdampak sementara pada perekonomian. Sentimen ini kemungkinan akan terus memengaruhi pergerakan pasar selama sesi perdagangan Eropa.