Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sekali lagi memicu volatilitas yang signifikan di pasar keuangan selama perdagangan pada hari Kamis. Trump menandatangani perintah eksekutif yang menerapkan kebalikan kebijakan, yang dapat memiliki implikasi jangka panjang.
Berdasarkan kebijakan baru ini, jika negara lain menaikkan tarif impor atas barang dari Amerika Serikat, maka Trump akan menanggapinya dengan menaikkan tarif impor dari negara-negara tersebut juga. Namun, Trump menyebutkan bahwa calon Menteri Perdagangannya, Howard Lutnick, ditugaskan untuk melakukan studi guna menentukan tingkat tarif yang tepat.
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Direkomendasikan
Perubahan kebijakan ini telah menyebabkan meningkatnya volatilitas di pasar keuangan, dan dampaknya diperkirakan akan berlanjut ke perdagangan pada hari Jumat.
EMAS
Harga Emas (XAUUSD) melonjak sebesar $24,27, atau 242,7 pip, mencapai $2.928,24 per troy ounce selama perdagangan pada hari Kamis. Pagi ini, Emas mengalami kenaikan lebih lanjut, naik ke $2.933,79 per troy ounce, mendekati level tertinggi sepanjang masa di $2.942 pada hari Selasa.
Kenaikan harga emas disebabkan oleh tekanan terhadap dolar AS sebagai respons terhadap kebijakan terbaru Trump. Lebih jauh lagi, ekonomi global terus menghadapi ketidakpastian, yang mendorong para pedagang untuk berbondong-bondong ke emas sebagai tempat berlindung yang aman. Selain itu, bank sentral masih mengakumulasi emas sebagai bagian dari strategi cadangan devisa mereka.
Sentimen ini kemungkinan akan terus memengaruhi harga Emas selama sesi perdagangan Eropa hari ini.
MINYAK
Harga Minyak (CLS10) sempat turun ke level terendah enam minggu sebesar $70,21 per barel pada hari Kamis sebelum pulih dan ditutup pada $71,49 per barel.
milik Trump kebalikan Kebijakan tersebut, yang belum akan berlaku dalam waktu dekat, telah mengurangi risiko perang dagang berskala besar, sehingga menciptakan prospek positif bagi harga Minyak yang diperkirakan akan berlanjut hingga sesi perdagangan Eropa.
EURUSD
EURUSD meroket 824 poin (82,4 pip) hingga mencapai 1,04656 selama perdagangan hari Kamis, menandai kenaikan hari ketiga berturut-turut. Daya tarik dolar AS sebagai mata uang tempat berlindung yang aman asetnya telah berkurang sejak Trump kebalikan Kebijakan tersebut tidak akan langsung diterapkan. Awalnya, pelaku pasar memperkirakan kebijakan tersebut akan berlaku minggu ini.
Sentimen ini kemungkinan akan terus memengaruhi pergerakan EURUSD selama sesi perdagangan Eropa.
GBPUSD
Mirip dengan EURUSD, pasangan GBPUSD mengalami peningkatan signifikan selama sesi perdagangan hari Kamis, naik sebesar 1.229 poin (122,9 pip) menjadi 1,25659, menandai titik tertinggi satu bulan.
Tekanan pada dolar AS menjadi faktor utama kenaikan ini, di samping data pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Bruto/PDB) yang lebih baik dari perkiraan dari Inggris pada kuartal keempat tahun 2024. Sentimen ini kemungkinan masih akan memengaruhi GBPUSD di sesi Eropa hari ini.
USDJPY
Pasangan USDJPY turun ke 152,799 selama perdagangan hari Kamis, hampir membalikkan kenaikan lebih dari 190 pip dari hari sebelumnya. Volatilitas dalam pasangan mata uang ini cukup tinggi, membuatnya menarik bagi para pedagang.
Dolar AS tampak kurang menarik setelah Trump mengindikasikan kebalikan Kebijakan tersebut tidak akan segera terwujud, sehingga memberikan tekanan pada USDJPY. Sentimen ini kemungkinan akan terus memengaruhi pergerakannya selama sesi perdagangan Eropa.
Nasdaq
Dengan menurunnya risiko perang dagang besar, indeks Nasdaq naik 213 poin menjadi 22.074 selama perdagangan hari Kamis. Hari ini, Nasdaq naik lebih jauh ke 22.146, mendekati level tertinggi sepanjang masa di 22.151 yang ditetapkan pada 16 Desember.
Sentimen positif yang berkelanjutan di sekitar Nasdaq membuka kemungkinan kuat untuk memecahkan rekor sepanjang masa selama sesi perdagangan Eropa hari ini.
